Tips Mencegah Gigitan Pacet Di Hutan

 

Nama pacet/lintah sangat terkenal didunia para pendaki gunung khususnya gunung kawasan tropis. Secara fisik, pacet mirip sekali dengan cacing tanah, bentuknya kecil kecoklat-coklatan, bedanya, pacet memiliki cara jalan yang khas, berukuran pendek, 3 – 6 cm. Dengan bertumpu pada ujung penyedotnya, pacet akan tegak mencium ada atau tidaknya sasaran yang bisa disedot darahnya, baik binatang ataupun manusia. 

Menggunakan signal alami, pacet dapat mendeteksi bau dan gerakan sasarannya dan mulai bergerak  mendekatinya. Ukuran tubuhnya yang kecil, warna kecoklatan, membuat si penghisap darah ini susah untuk dilihat. 

Saat menyedot, pacet/lintah mengeluarkan zat khusus yang mencegah darah membeku dan tidak terasa sakit. Selama belum kenyang, dia akan terus-terusan meminum darah kita. Secara medis tidak ada efek samping yang ditimbulkan saat tergigit pacet. 

Nah, beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menghindari gigitan atau melepas gigitan pacet ini.

1. Lotion Anti Nyamuk
Lotion anti nyamuk diolesi pada bagian tubuh, maka pacet tidak akan berani mendekat, karena aromanya yang tidak disukai.

2. Tembakau
Tembakau dibasahi dan air tembakau tersebut dioleskan ke bagian tubuh. Jika sudah kena gigitan pacet dan pacetnya masih melekat, siramkan ke tempat pacet menggigit. zat yang terdapat pada tembakau akan melepaskan pacet dari kulit.

3. MinyaK kayu putih
Jika kita dapati pacet sedang mengisap darah, siram minyak kayu putih ke sekitar gigitannya. Nanti, gigitan pacetnya akan lepas.

Baca juga :

4. Air Garam 
Untuk melepaskan pacet yang sudah menempel di kulit kita, bisa menggunakan air garam. 
Pacet/lintah yang peka dengan rasa akan melepaskan gigitannya ketika merasakan asin dari garam.
Campurkan garam dan air kemudian basahkan ke semua kulit yang terbuka.

5. Bedak
Bedak dibubuhkan ke bagian tubuh sampai kaki. Aroma bedak dapat menghindarkan pacet untuk menempel.  Jika bedak luntur oleh keringat, maka harus terus-terusan membubuhkan bedak setiap diwaktu istrahat.

6. Api Atau Puntung Rokok
Caranya sentuhkan tubuh pacet dengan bara api atau puntung rokok, pacet akan kaget dan terganggu dan segera melepaskan lekatannya. 

Kenali Jenis Tumbuhan Yang Bisa Dimakan, Dalam Keadaan Survival

 


Dalam dunia pencinta alam, dikenal dengan nama ilmu Botani Praktis, merupakan ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan yang dapat dimakan secara langsung/tidak langsung atau hanya dijadikan obat-obatan. Seseorang diwajibkan menguasai tehnik ini, karena bisa menyelamatkan diri saat terjadi survival. 

Ini merupakan pengetahuan dasar dalam kegiatan bertahan hidup di alam bebas. Seorang survivor harus mengetahui cara mendapatkan makanan darurat ketika berkegiatan di alam bebas. Tumbuhan yang dapat dimakan harus bisa memberikan energi yang cukup bagi survivor agar bisa keluar dari masa kritis.

Umumnya Ilmu botani ini dapat digunakan saat keadaan logistik mulai berkurang, perjalanan yang melewati waktu normal, carrier yang berisi logistik hilang, terjatuh, atau lupa dibawa, dan banyak faktor lainnya. Namun tidak menutup kemungkinan, ilmu ini tetap dipratekkan saat kondisi logistik masih aman. 

Hutan Tropis kita banyak sekali menampung jenis tumbuh tumbuhan, maka kita perlu mengetahui beberapa ciri tumbuhan yang mana saja yang dapat dikonsumsi, diantaranya : Bagian Tumbuhan yang masih muda, Tumbuhan yang tidak mengandung getah, Tumbuhan yang tidak berbulu, Tumbuhan yang tidak berbau kurang sedap, dan Tumbuhan yang dimakan oleh mamalia. 


Meskipun sudah mengetahui tumbuhan yang dapat dimakan secara langsung, seorang survivor tetap harus memastikannya secara teliti, karena ciri-ciri tersebut tidak selalu benar. Maka dari itu, pastikan memakan makanan yang sudah dikenal dan makan hanya satu jenis tumbuhan. Sebaiknya jangan memakan makanan yang berwarna mencolok karena biasanya mengandung racun alkaloid.

Apabila kalian menemukan makanan yang kurang dikenal, jangan kawatir ada beberapa cara untuk mengujinya yaitu:
1. Periksa secara teliti. Pastikan bahwa tanaman tersebut tidak kotor/berlumpur atau dimakan cacing. Beberapa tanaman ketika tua berubah menjadi racun karena adanya zat kimia
2. Cium. Remas/hancurkan sebagian kecil dari tanaman tersebut. Jika baunya seperti almond yang pahit atau buah persik (bau busuk), maka buang.
3. Iritasi kulit. gosokkan sedikit atau tekan beberapa air/getah tanaman tersebut ke bagian tubuh yang lembut atau lunak (seperti lengan antara ketiak dan siku). Jika ada iritasi, buang.
4. Jika tidak ada reaksi pada langkah 3,coba letakkan sedikit sampel tanaman pada bibir, sudut mulut, bagian atas dan bawah lidah atau coba kunyah sedikit sampel. Tunggu sekiranya 5 menit, jika ada iritasi , maka buang saja.
5. Makan dalam jumlah yang sedikit, dan tunggu sekitar 5 jam. Selama masa 5 jam ini, jangan makan atau minum makanan yang lain.
Itulah beberapa cara mengenal jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi dan bisa anda pratekkan saat terjadi keadaan darurat dihutan, semoga bermanfaat.

Wisata Arung Jeram Kolaka Timur


Satu lagi potensi wisata arung jeram di sulawesi tenggara. setelah dibuka resmi arung jeram di kolaka utara, kolaka timur juga hadir dengan arung jeram yang lebih menantang, tepatnya di Kecamatan uesi kabupaten koaka timur. berbeda dengan arung jeram kolaka utara yang hanya berjarak 2 KM, Kolaka timur mempunyai potensi jarak tempuh mengarungi jeram sepanjang 25 KM.

wisata minat khusus yang satu ini, memang masih awam bagi masyarakat sulawesi tenggara, selain lokasi, kelayakan sungai juga jadi pertimbangan sulitnya membuka wisata arung jeram. hasil survey awal yang dilakukan tim Jelajah Sultra potensi arung jeram kolaka timur sangat besar. dari observasi lapangan sungai konawe eha ini masih tergolong sungai grade I. lebar sungai mencapai 15 - 60 meter dengan kedalaman 50 cm - 5 meter, jeram yang akan dilaluipun masih sangat aman, bagi para pemula.

Baca juga : 
Akses ke air terjun tetewa
Wisata Air Tejun Tetewa

Kelayakan lainnya ada pada akses kendaraan yang bisa sampai dibibir sungai, standar perahu karet yang dipakai rafting berurukuran besar dan bisa menampung 6 - 8 orang. Jadi faktor akses sangat penting dalam olahraga ini. Titik star dimulai dari air terjun tetewa  (218 mdpl) dan finish di desa uesi (143 mdpl), dengan jarak tempuh 25 KM dan diarungi selama seharian. 

Wisata Arung Jeram di Kolaka Timur bisa mendongkrak jumlah wisatawan di sultra dan lebih mengenalkan kabupaten kolaka timur di skala nasional. peluang besar ini, harus diambil alih pemerintah daerah, memperbaiki akses jalan mowewe - tetewa, melatih guide lokal khususnya pemandu rafting, menyediakan fasilitas rafting dan lain sebagainya. 

sangat disayangkan kalau potensi ini tidak dimanfaatkan dengan baik, air terjun tetewa dan rafting sungai konawe eha adalah aset berharga Kolaka Timur, kami membuka diri untuk bekerjasama dengan pihak pemerintah setempat dalam memajukan destinasi wisata di Kolaka Timur. 


Akses ke air terjun tetewa


Air Terjun tetewa barada di kecamatan uesi kabupaten kolaka timur
titik koordinat : BT 3°32'22.94"S / LS : 121°30'13.88"T
Dari kota kendari menju lokasi, ada 2 jalur yang bisa dilalui. 
1. Kendari, Unaaha, Abuki, air terjun tetewa dengan jarak 135 KM, waktu tempuh sekitar 6- 7 jam. kondisi jalan kurang bagus 
2. Kendari, Kolaka timur, Mowewe, air terjun tetewa dengan jarak 233 KM waktu tempuh sekitar 7-8 jam. kondisi jalan kurang bagus 

Idealnya, dari kota kendari rute yang ditempuh melalui jalur abuki, jika dari kolaka, sebaiknya melalui jalur mowewe. 

kondisi jalan sampai agustus 2019 dari jalur mowewe dalam, masih layak dilalui, beberapa jalur masih dalam tahap pengerasan. perjalanan akan sangat terggangu dikarenakan debu dan kerikil sepanjang perjalanan. Setelah pertigaan, tepatnya di jembatan penghubung kabupaten konawe dan kolaka timur, kondisi jalur sangat berbahaya, selain kondisi jalan yang rusak, ada beberapa bagian jalan yang melewati jurang curam, pendakian dan hanya bisa dilalui 1 kendaraan roda empat. 


Wisata Air Tejun Tetewa


Air terjun tetewa yang terletak di kecamatan Uesi kabupaten kolaka timur ini akan memanjakan mata, saat pertama kali kamu kesini. Air terjun yang jatuh dari tebing tebing pendek dipinggir sungai membuat sungai konawe eha semakin elok dipandang. 

Dari namanya tetewa diartikan sebagai air yang keluar dari batu, selain diberikan kepada nama air terjun, tetewa juga merupakan nama sebuah gunung  ( 617 mdpl ) yang posisinya berhadapan langsung dengan air terjun. 

Walaupun air terjun ini tidak tinggi seperti air terjun lainnya di sultra, namun air terjun tetewa mempunyai karakter tersendiri yang jarang ditemukan. limpahan air yang keluar dari batu berbaris dan jatuh tepat dialiran sungai. Debit airnyapun tidak berkurang walaupun dimusim kemarau.

selain landscape panorama air terjun, sungai konawe eha ini juga mempunyai potensi lainnya, seperti bermain arung jeram (rafting), tubing, kayaking, atau hanya sekedar berenang. perjalanan menuju air terjunpun juga sangat menantang, sehingga cocok untuk kalian yang senang dengan offroad atau trail.

Baca juga : 

Untuk mencapai air terjun tetewa, memang membutuhkan perjuangan, dari waktu perjalanan mencapai 6 jam dari kendari, kondisi jalan yang rusak, jalan berdebu, semua itu akan terbayarkan saat kamu berada di tetewa.



Tehnik dasar bertahan hidup dialam bebas


Merencanakan perjalanan dialam bebas sebaik dan sesempurna mungkin, sangat wajib dilakukan oleh seorang petualang. Mengantisipasi semua kemungkinan yang akan terjadi lebih baik dari pada berakibat fatal. Banyak contoh kasus yang sudah terjadi hingga mengakibatkan kematian, semua karena kurang dan minimnya persiapan serta pengetahuan berkegiatan dialam bebas. 

Medan berat yang harus dilalui dalam perjalanan, seperti hutan rimba, rawa, sungai dan lain-lain, 
tersesat dan atau terpisah dari kelompok, terbatasnya perlengkapan yang dimiliki, kurangnya bahan makanan dan air untuk bertahan hidup, kondisi alam yang berubah ubah merupakan faktor umum penyebab terjadinya survivor.

Walaupun perencanaan dan persiapan sudah matang dan sesuai prosedur perjalanan, kadang ada saja rintangan yang muncul. Dalam kondisi darurat, seorang survivor harus dapat menggunakan akalnya dengan memanfaatkan peralatan seadanya, dan memanfaatkan alam sekitarnya agar dapat keluar dari masa masa sulit hingga pulang dengan selamat. 

Sebelum mencoba berpetualang dialam bebas, sebaiknya harus menguasai beberapa tehnik dasar hidup dialam bebas. 

1. Teknik Perjalanan
Dalam keadaan darurat, sebelum melakukan perjalanan persiapkan dulu cadangan air minum dan makanan serta hindarkan gerakan-gerakan yang tidak perlu untuk menjaga agar badan tidak terlalu lelah.

2. Teknik Pembuatan Perlindungan
Dalam keadaan darurat perlindungan merupakan salah satu yang perlu dibuat dengan tujuan untuk melindungi diri dari angin, hujan dan gangguan binatang. Sebelum mebuat perlindungan, perlu diperhatikan beberapa hal antara lain :
- Tempat perlindungan berada pada suatu titik ketinggian (lebih tinggi dari medan sekitarnya).
- jangan membuat perlindungan di bawah pohon yang tua, lapuk dan terlalu rindang.
- Menghindari angin yang biasanya sangat kencang dan dingin di tempat-tempat yang terbuka 
- Tidak membangun perlindungan di daerah sungai.
- Tempat perlindungan diusahakan di sekitar mata air tetapi jangan terlalu dekat dengan mata air 
Perlindungan dengan Peralatan yang dibawa seperti Tenda, ponco/jas hujan
Perlindungan Alam (bivak) seperti goa, membuat rumah dari ranting ranting dan daun lebar sebagai atap dan rotan sebagai tali. Jika kondisi medan tidak memungkinkan mendirikan tenda, bisa dicoba tidur kalong atau membuat gubuk di atas pohon.

3. Teknik Mencari Air
Air merupakan kebutuhan manusia yang sangat vital. Seseorang dapat bertahan hidup tanpa makanan selama 7 (tujuh) hari tetapi seseorang dapat bertahan hidup tanpa air hanya sekitar 3 (tiga) hari. 
Untuk daerah tropis masih sangat mudah mendapatkan air, dengan mencari air di lembah-lembah atau sungai-sungai yang kering, biasanya terdapat air di bawah tanah atau batu-batu. Bila di gunung yang berkabut tebal peraslah lumut yang terdapat di pepohonan.Beberapa jenis tanaman mempunyai kebiasaan menyimpan air pada organnya, misalnya : pohon pisang, buah kelapa, pohon nenas,  pohon paku-pakuan, akar-akaran, sulur-suluran, bambu-bambuan, rotan dan lain sebagainya. Dimusim panas bisa juga mencoba mendapatkan air dari pengembunan udara, dengan cara membungkus pohon pohon kecil meenggunakan lembaran-lembaran plastik, simpan semalam penuh dan ambil airnya dipagi hari. 

Baca juga : 

4. Teknik Pembuatan Api
Berhasilnya survival salah satu diantaranya tergantung pada kemampuan seorang survivor membuat api. Api dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan diantaranya yaitu pemanasan, pengeringan, tanda isyarat, memasak, mendidihkan air dan lain sebagainya.
-Gunakan penyala yang mudah terbakar untuk menyalakan api permulaan seperti potongan kayu kecil, buah pinus, lumut yang kering, rumput kering dan lain sebagainya.
-Gunakan bahan bakar yang kering dari kayu-kayuan, dahan dan ranting yang banyak ditemukan di hutan.
-Jika masih mempunyai perlengkapan yang terbuat dari baja dan/atau di lokasi tersebut terdapat batu api dapat menggunakannya dengan cara pukulan dan gesekan benda tersebut.
-Penyala awal yang baik adalah kawul, cabikan kain, daun palmae kering, kulit kayu yang dicabik halus, bubuk kayu yang dibuat  serangga dan lain sebagainya.

5. Tehnik memasak
Apabila tidak tersedia cukup peralatan untuk memasak, maka dapat digunakan peralatan dari bahan-bahan yang tersedia di alam seperti : memasak dalam bambu, memasak dalam lobang, memasak dengan tanah : misalnya membungkus telur dalam tanah kemudian dibakar dalam bara api.

6. Teknik Mencari Makanan
Sangat ironis jika seorang pengembara alam bebas kelaparan di hutan, padahal di sekelilingnya terdapat bahan makanan yang berlimpah. Oleh karena itu sudah selayaknya jika seorang pengembara alam bebas mengetahui dan mengenal jenis-jenis tanaman yang dapat dimakan dan/atau dihindari.
Bahan makanan yang paling mudah untuk didapatkan di alam bebas terutama hutan tropis yaitu berbagai jenis tumbuhan hutan. Namun demikian, seorang survivor juga dituntut untuk mengetahui beberapa jenis tumbuhan yang perlu dihindari. Prinsip dan karakteristik tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk makanan dalam keadaan darurat antara lain :
1. Tumbuhan yang dapat dimanfaatkan dari hasil penelitian ahli botani.
2. Tumbuhan yang dapat dimanfaatkan berdasarkan keterangan dari masyarakat sekitar
3. Tumbuhan yang dapat dimanfaatkan karena makanan binatang (mencontoh binatang).
4. Apabila ragu-ragu, seorang survivor sebaiknya mencicipi dahulu sedikit, bila tidak enak, rasanya merangsang diupayakan untuk tidak dimakan.

6 Tehnik diatas wajib diketahui bagi kalian yang ingin melakukan petualangan, expedisi, atau perjalanan alam bebas lainnya.