Tangkeno, Negeri Di Atas Awan


Desa Tangkeno merupakan salah satu desa yang menarik untuk dikunjungi. sebuah Desa yang terletak di kaki gunung Sabampolulu di atas ketinggian 1800 mdpl. secara administrasi, desa ini masuk dalam kecamatan Kabaena Tenggah dengan ibukota kecamatan Lengora. Ketika anda berada disana, anda  akan  menyaksikan panorama alam pegunungan  yang begitu sejuk dan dinginnya suhu udara disana.  Tangkeno  juga termasuk kampung pertama dan tertua  di Kabaena yang dihuni oleh suku etnis Moronene Kabaena, sehingga budaya dan seni tradisi masih terjaga dari pengaruh budaya luar. Desa ini juga telah ditetapkan sebagai desa wisata oleh pemerintah Kabupaten Bombana. Selain Daya tarik desa yang berada diketinggian, Pulau Kabaena juga menawarkan objek wisata lainnya seperti Gua watuburi, Tulang ikan paus, pulau sagori, benteng tuntu tari, air terjun, Pemandangan Gunung Watu Sangia dll.

Desa Tangkeno yang berada pada ketinggian 700 mdpl ini sangat memanjakan mata, dimana sekelilingnya menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, dari Plasa tangkeno anda bisa melihat puncak gunung sangiawita yang diselimuti awan. Bila anda memutuskan menginap didesa ini, bisa dijamin saat pagi tiba, anda akan berada dalam selimut awan awan tebal. Selain pemandangan gunung dan awan, ditempat ini pula anda bisa menuju objek wisata lainnya, yang letaknya tidak begitu jauh, seperti peninggalan benteng benteng. Dari benteng itu panorama alam akan lebih sempurna. Karang atol Sagori yang sering dikunjungi turis Eropa dengan kapal pesiar (cruise ship) tampak lebih mempesona. Pulau Sagori juga sering Segitiga Bermuda di Kabaena. Sekitar satu kilometer ke arah hilir Kali Waombu, terdapat pula sebuah jejak mirip telapak kaki manusia di lempengan batu. Penduduk setempat menyebutnya pinindano kalamboro (jejak telapak kaki raksasa). Dalam dongeng-dongeng rakyat masyarakat Kabaena raksasa diartikan sebagai manusia super besar dan kuat, Sehingga menginjak batu pun kalamboro meninggalkan jejak telapak kakinya.


Bagi anda yang ingin menginap disini, jangan ragu, keramahan warga lokal akan siap menampung anda dirumahnya masing masing, kalau mau lebih privat, anda bisa menyewa homestay yang sudah disiapkan. Jumlah homestay ada 19 unit. Kalau mau lebih terasa petualangannya, anda bisa mendirikan tenda dome disekitar desa, siizin kepala desa.


Dari Kota Kendari kita akan menuju pelabuhan kasipute yang berada di Kabupaten Bombana, perjalanan akan memakan waktu selama 3 jam dengan jarak 152 KM. Nah, tiba di pelabuhan kasipute, dilanjutkan dengan perjalanan laut (Kapal Feri) selama 6 jam menuju desa dongkala dengan jarak 70 KM. Untuk harga kapal feri /orang anda membayar sebanyak Rp. 55.000 dan harga jasa muat motor sebanyak Rp. 85.000 total Rp 140.000 /orang, harga berlaku juga untuk pulang. Kapal ini beroperasi sekali dalam sehari, dari kasipute jam 6 pagi dan dari dongkala jam 2 pagi. Kalau naik kapal cepat tarifnya sebesar Rp. 165.000 dengan lama perjalanan 1 jam 45 menit, Jadwal kapal kayu sehari 1 kali perjalanan dan berangkat setiap hari pada jam 6 pagi. Sedangkan jadwal kapal cepat seminggu 2 kali pada hari Selasa dan Sabtu  dengan jadwal keberangkatan pada jam 7:30 pagi. Setelah tiba di pelabuhan dongkala, perjalanan di lanjutkan menuju desa tangkeno, dengan jarak kurang lebih 25 KM, karena kondisi jalan dan penanjakan, sehingga perjalanan akan memakan waktu selama 3 jam, dan sampailah anda di Desa tangkeno, negeri di atas awan. Cek Videonya Disini : Negeri di awan


Previous
Next Post »
Comments
0 Comments

Artikel Lainnya