Tuesday, May 5, 2020

Desa Wae Rebo Desa Impian Para Traveller



Jelajahsultra.com - Desa Wae Rebo merupakan salah satu Desa wisata di Indonesia yang belum begitu populer dalam negeri. Bukan karena jarang dikunjungi, namun Desa Wae Rebo lebih menarik perhatian bagi wisatawan mancanegara di bandingkan wisatawan nusantara.

Tiba di Kampung, Kami langung disambut oleh Bapak Blasius Monta, tanpa basa basi, kami langsung disajikan makan dan kopi sebelum tracking ke waerebo. Tapi ini tidak gratis loh, harga makanan (nasi,indomi) dihargai dengan nilai Rp.30.000 dan kopi/teh Rp 5.000 / orang.


Rumah Bapak Blasius Monta adalah rumah yang dijadikan pusat informasi Desa Wae rebo, setiap wisawan wajib melapor dan registrasi di rumah ini. sebelum berangkat ke wae rebo, Kamu akan ditemani seorang pemandu lokal. 

Tepat Pukul 09:00 Kami pun berangkat menuju desa impian sejuta traveler Desa Waerebo. Waerebo adalah sebuah desa adat terpencil dan misterius di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Di kampung ini hanya terdapat 7 rumah utama atau yang disebut sebagai Mbaru Niang. Menurut cerita rakyat, nenek moyang mereka berasal dari Minangkabau, Sumatera.

Lama perjalanan dari posko informasi ke Desa Wae rebo memerlukan waktu selama 4 jam (waktu normal). Selama perjalanan tidak perlu takut kekurangan air, karena sepanjang perjalanan air di kawasan gunung ini sangat melimpah, tapi untuk berjaga-jaga sebaiknya Anda membawa persediaan air sendiri.

Perjalanan yang jauh tidak akan terasa, karena pemandangan di jalur ini akan memanjakan matamu, hingga lelah pun tidak terasa lagi. Jalur ke Desa hanya ada satu, sehingga tak jarang Kita akan bertemu para wisatawan lainnya atau warga Desa Wae rebo yang turun ke kampung untuk belanja keperluan mereka.



Setiap kali kami singgah beristirahat, Guide yang mengantar selalu menjelaskan tempat atau keunikan selama perjalanan. Untuk sampai ke waerebo, kami akan melewati 3 pos, dan jarak yang paling jauh adalah dari pos 2 ke pos 3.

Pukul 12:30, sampailah Kami di Desa Waerebo, guide memberikan signal ke penduduk desa dengan memukul pentongan yang telah disediakan di posko pantau. Bunyi pentongan akan didengar warga desa yang menandakan kedatangan tamu.

Kami pun langsung diantar ke kepala suku untuk melapor dan didoakan, agar selama berada di wae rebo Kami selalu dilindungi. Setelah ritual adat selesai, kami diwajibkan membayar Rp 50.000/tim ke kepala suku.

Kemudian Guide kami mengantarkan kami ke rumah lainnya untuk registrasi, nah di sini Kami membayar biaya konstribusi masuk sebesar Rp.200.000/orang. Harga tersebut sudah termasuk makan siang.



Menjelajahi lembah, berinteraksi dengan penduduk desa dan bersantai sambil menikmati alam sekitar, pemandangan yang laur biasa. Wajar banyak orang mengatakan tempat ini seperti surga, udaranya sangat sejuk, suara air dan melihat anak anak bermain di halaman kampung. Berasa enggan meninggalkan Kampung ini.

Setelah menghabiskan waktu selama 2 jam mengelilingi desa, pukul 15:00 Kami pun pamit untuk pulang. Perjalanan pulang bisa ditempuh selama 2 jam, karena medannya yang menurun.

Untuk memuaskan diri saat mengunjungi Desa Wae Rebo, sabaiknya Kamu memilih untuk nginap satu malam. Suasana malam di Desa ini tak kalah seru dengan suasana di siang hari. Yuk Ke Wae rebo.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post