Tips Menyebrangi Sungai Di Alam Bebas



Kondisi hutan tropis tidak bisa lepas aliran sungai, baik berarus deras ataupun tenang. Seorang survivor wajib mengetahui tehnik tehnik dasar dalam mengarungi sungai yang tentunya selalu akan ditemui dalam melakukan penjelajahan di alam bebas. dalam prateknya banyak cara yang bisa digunakan dalam menyeberangi sebuah sungai, bisa menggunakan peralatan yang dibawah atau menggunakan alat seadanya.

Seperti gunung mekongga yang terletak di kabupaten kolaka utara, mempunyai banyak lintasan sungai yang harus dilalui di rute pendakian. Jadi peralatan menyebrangi sungai harus disiapkan dengan matang agar pendakian berjalan lancar. Beberapa tips dibawah ini bisa menambah pengetahuan kamu dalam menyeberangi sebuah sungai.

1. lakukan observasi.
Penting untuk melakukan observasi untuk menyusun persiapan peralatan yang dibutuhkan dan menyiapkan antisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Seperti mengukur kemampuan anda terhadap arus sungai yang bergerak cepat atau lambat. Menghitung lebar sungai juga sangat perlu agar mempersiapkan tali yang bisa jadi tumpuan untuk menyebrang. Kemudian memperhatikan lekukan sungai, jeram sungai, kedalaman, dan sekeliling aliran sungai, agar bisa menentukan apakah posisi untuk menyebrang sudah aman atau masih berisiko.

2. kemampuan berenang.
Hal paling dasar dalam menyebrangi sungai adalah berenang. Skill berenang wajib diketahui oleh seorang pendaki atau penjelalajah, menyebrang menggunakan alat tidak sepenuhnya menjadi jaminan penyebrangan itu bisa berhasil. Banyak faktor lain yang bisa saja terjadi seperti tali yang digunakan tiba tiba putus, atau salah satu dari anggota terlepas dari kelompok, maka penyelamatan pertama adalah berenang kearah korban dan membawanya ke pinggir sungai.

3. Peralatan
Perencanaan peralatan menyebrang sangat bervariasi, selain tali siapkan alat lainnya yang akan menjadi backup, seperti carabiner, weibing, pelampung dan tas carrier yang bisa menjadi pelampung saat terhanyut. Selain itu parang juga sangat penting bisa dimanfaat membuat rakit dengan memanfaatkan potensi alam sekitar sungai.

4. Cuaca
Sebaiknya jangan lakukan penjelajahan dimusim penghujan, hal ini sangat berisiko besar dengan keselamatan. Walaupun bukan dimusim hujan, perhatikan cuaca kearah hulu sungai. Umumnya hutan tropis atau daerah pegunungan sering terjadi hujan tiba tiba, ini sangat penting agar saat menyeberangi sungai terhindar dari air bah yang biasanya membawa material kayu kayu tumbang.

5. Pengalaman
Tentunya semakin sering seseorang melakukan perjalanan yang serupa, maka semakin banyak pula pengalaman dalam melewati rintangan sungai. Tak jarang kita temukan warga setempat menggunakan cara tradisional dalam menyebrangi sungai. Dengan menggunakan batu yang diangkat diatas kepala atau digendong untuk menstabilkan posisi saat menyeberang sungai. Cara cara ini bisa digunakan dalam keadaan sungai tidak berarus deras dan disungai yang tidak begitu dalam.

Menyeberang sungai semaksimal mungkin dihindari dengan alasan risiko, namun keadaan geografis masing masing wilayah juga berbeda beda. Lakukan observasi ditunjang dengan pengetahuan dan pengalaman akan memudahkan kamu mengatasi masalah. Situasi apapun bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja, jadi persiapan yang mantap akan meminimalisir segala risiko kegiatan dialam bebas. semoga beberapa tips diatas bisa bermanfaat, selamat berpetualang.