Monday, November 4, 2013

Gua sembilan belas (19) Sawapudo Soropia


Jelajahsultra.com - Mungkin, banyak yang tidak tahu keberadaan salah satu Gua di Sulawesi Tenggara yang diberi nama Gua Sembilan Belas. Gua yang baru-baru ini ditemukan oleh pemuda pegiat alam, memiliki banyak keindahan yang belum terjamah. 

Hanya saja eksplorasinya belum menyeluruh, bahkan belum selesai hingga saat ini. Itulah mengapa masih banyak misteri yang belum terpecahkan mengenai gua ini. Apakah Gua tersebut memang baru ditemukan ataukah gua tersebut sudah pernah ditinggali oleh penduduk jaman dulu.

Tak jauh dari lokasi wisata permandian Bintang samudra di Desa Atowatu Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe, terdapat satu objek wisata yang tak kala serunya. Kurang lebih 15 meter terdapat gua yang menyimpan keindahan yang masih alami. 

Hal ini menimbulkan rasa penasaran dari beberapa kalangan masyarakat yang hobi dengan wisata alam yang masih alami.

Baru-baru ini Mahasiswa Pecinta alam Unsultra melakukan eksplorasi pencarian gua tersebut. saat itu, lokasi itu masih tersembunyi oleh lebatnya hutan dan terpencilnya daerah tersebut karena memang wilayah tersebut masih berupa hutan lebat dan belum terjamah.


"Awalnya kami mendapat informasi dari warga Desa Sawapudo Kec. Soropia tepatnya pad tanggal 1 September 2013. Letaknya di depan objek wisata bintang samudra, Gua itu belum pernah ada yang eksplore baik warga setempat, maupun penggiat alam," kata Linto, Ketua Tim penemu Gua Sembilan Belas

Setelah mendengar informasi, Linto lalu menghubungi teman-temannya untuk secepatnya mengeksplore gua tersebut, seminggu kemudian tepatnya tanggal 8 september, pagi jam 10. 00 wita, setelah mempersiapkan peralatan Linto bersama temannya Ody, Rajim, Carli dan Ogy berangkat menuju Soropia. "kurang dari jam 11, tibalah kami di Desa Waworaha untuk beristirahat dan makan siang. 

Kemudian kami melakukan Snorkeling sambil menunggu sore, jam 2 siang kami meninggalkan Desa Waworaha enuju Desa Sawapudo, karena jaraknya yang dekat, kami menyempatkan waktu singgah ke tebing sawapudo, disana bertemu teman-teman pecinta alam yang sedang melakukan kegiatan panjat tebing," ceritanya.



Sekitar pukul 14.30 wita Linto dan rekan-rekannya lalu menuju tempat Gua yang memang tujuan mereka. Karena tempat tersebut belum pernah meraka kunjungi sehingga mereka memerlukan waktu untuk menemukan mulut Gua itu. Linto cs. memang memiliki niatan untuk mencari dan menemukan keindahan-keindahan ciptaan Tuhan yang belum pernah mencuat.

Dan ketika sampai di tempat tersebut, menemukan sebuah pintu gua yang tertutup dahan pohon yang lebat. mereka masuk dan menyusur gua yang gelap itu. Menyusur dan terus menyusur gua yang ternyata sangat dalam itu, dengan menggunakan peralatan seperti tali karmantel dan perlengkapan lainnya. 

Saat melihat keindahan yang terdapat di dalam Gua, raut wajah mereka berubah dengan memperlihatkan tanda senang, mata mereka pun sedikit berkaca-kaca, dalam hati mereka berbisik seakan tak percaya dengan penemuan yang berharga ini.menjaditerperangah dan hampir tak percaya.


"jarak terdekat dari gua yaitu pintu pertama bintang samudra, kurang lebih 30 M dari jalan poros. Mulut gua tersebut tertutup dengan pepohonan sehingga sulit ditemukan. Setelah gua kami dapatkan, kami membagi tugas masing-masing orang dan mulai untuk turun mengeksplore gua tersebut, tepat jam 15.00 wita satu per satu menuruni gua tersebut dengan jalur lintasan yang sudah dipasang," jelasnya.

Gua sembilan belas, yang letaknya berada di Depan Wisata Bintang Samudra bisa jadi adalah sebuah tempat bertualang yang nyaman. Karena, lokasinya dengan jalan poros Soropia tak terlalu jauh. Di dalam Gua pun, tetesan air dari stlagtit dan stalagmit yang jatuh di ubun-ubun bisa sedikit menyegarkan udara.

Di dalam Gua tersebut, terdapat banyak tantangan, awalnya Linto Cs. ragu untuk masuk dan menelusuri Gua namun karena niat mereka cukup besar, sehingga mereka merasa tertantang untuk menelusuri Gua itu.

"Awalnya kami juga ragu-ragu untuk masuk jauh ke dalam. ternyata, setelah masuk di dalam gua menyenangkan juga. Dari sinilah, para petualang lainnya bisa memulai kegiatan yang sedikit menantang.

Kondisi Gua, Kata Linto, mulut gua berdiameter 8 meter dengan bentuk memanjang, mempunyai teras dan lubang kecil. Kami memperkirakan gua ini mempunyai kedalaman 40-50 meter dan lebar 14 meter.


Saat keluar dari Gua mereka sempat bingung mau memberikan nama Gua, mereka lalu merundingkan, tapi muncul inisiatif bersama, mereka sepakat memberi nama gua ini Gua sembilan Belas. "Penemuan kami ini kami beri nama Gua Sembilan Belas, Karena pada waktu itu kami kaluar dari gua tepat pukul 19.00. 

Dan untuk teman-teman yang gemar dengan kegiatan alam bebas, bebas jangn tunda lagi untuk ke Gua Sembilan Belas. Tapi, kalau mau ke tempat tersebut anda harus membawa alat penesuluran yang cukup memadai," tutur Linto


Ornamen Gua seperti Stalaktit dan stalakmit menyimpan banyak keindahan, dimana Gua ini berada dikedalaman 40 - 50 meter dari permukaan tanah dan lebar 14 meter. Stalaktit dan Stalagmit yang tumbuh di dalam gua dapat memancarkan cahaya warna warni bila terkena cahaya. yang sangat indah bersinar - sinar seperti dari tetesan air bebatuan gamping yang menyerupai karang sejak jutaan tahun yang lalu secara alami endapannya mengkristal membentuk berbagai perwujudan yang sangat mengagumkan. 

Sungguh merupakan keajaiban dunia tanda Kebesaran Tuhan. Berbagai imajinasi luar biasa akan bermunculan sehingga mendorong orang untuk menelusuri Gua Sembilan belas. (**)
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post