Friday, September 6, 2013

Aksi Hari Bumi Pencinta Alam Kota Kendari



Hari Bumi merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan secara internasional setiap tanggal 22 April. Beragam macam kegiatan untuk mengapresiasikan perayaan hari bumi tersebut, tahun ini kami mengambil tema “Belum terlambat untuk menanam” melihat maraknya aktivitas pertambangan disulawesi tenggara, pembukaan lahan besar besaran mengorbankan jutaan pohon, yang kita ketahui bersama pohon adalah penghasil oksigen untuk kehidupan semua mahkluk hidup. 1 pohon menghasilkan 1,2 kg oksigen per hari. 1 orang bernafas perlu 0,5 kg oksigen per hari. Jadi 1 pohon menunjang kehidupan 2 orang dan menebang 1 poho, berarti mencekik 2 orang.


Khususnya kota kendari, kami ingin memberikan sedikit sumbangsih, memberi contoh kepada masyarakat betapa pentingnya arti dari sebatang pohon. Kegiatan ini yang dipersiapkan sejak 5 hari yang lalu (18 april 2013) oleh sekretariat bersama pencinta alam kota kendari bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup dan Bank Panin mengadakan aksi damai dipelataran eks MTQ dengan membagikan bibit pohon trambesi kepada pengguna jalan, membagikan panflet, serta orasi himbauan. Dilanjutkan penanaman pohon di sekitar penanbangan pasir kali wanggu.


Dihadiri oleh 14 lembaga dari Mapala dan Kelompok Pencinta Alam kota kendari melakukan penanaman 100 pohon dikawasan tersebut yang memang kondisi alamnya sangat tandus, pohon yang sudah ditanam nantinya akan kami pantau secara rutin agar pohon tersebut bisa tumbuh besar seperti yang kita harapkan. Ini tidak lepas dari peran serta teman teman semua dalam mengontrol perkembangan pohon sampai bisa mandiri.


Kami juga berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan pada saat moment moment peringatan saja, ada baiknya penanaman pohon rutin dilaksanakan dan bisa melibatkan semua pihak agar nantinya bisa menjadi contoh di daerah lain yang potensi alamnya masih banyak membutuhkan perhatian, serta sebagai tindakan nyata dari peran mapala dan kelompok pencinta alam yang katanya mencintai alam. Salam lestari.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post