5 Alasan Kenapa kamu Perlu Mencoba Mendaki mekongga

Gunung mekongga merupakan gugusan gunung yang mempunyai banyak puncak, hanya dengan sedikit selisih. selama ini pendaki hanya tau pada satu puncak saja, yang telah didaki ratusan orang tiap tahunnya. Mekongga termasuk gunung yang mempunyai rute panjang dan setiap perjalanannya kamu akan disuguhkan pemandangan yang tak kalah menariknya dengan gunung lain di indonesia. ini alasan kamu harus mendaki gunung mekongga.
1. Jalurnya menantang
Beda dengan gunung lainnya di Indonesia yang bisa didaki selama 1 hari atau 2 hari saja, untuk sampai ke puncak mekongga, anda harus menyiapkan waktu selama 5 hari. 3 hari menuju puncak dan 2 hari untuk turun, total jarak yang akan dilewati sejauh ± 70 KM, maksimal bisa sampai 7 hari pendakian. diantara jalur yang panjang kamu akan menyusuri dan menyebrangi sungai.
2. Segarnya sungai Ranteangin
Tidak banyak gunung yang menawarkan sungai seperti mekongga. para pendaki diwajibkan menyebrangi beberapa kali sungai untuk sampai ke pos 1, dan tidak ada alternative lain. Banyak pendaki selalu menyempatkan waktu untuk menikmati segarnya air sungai, selain mandi, memasak dipinggir sungai juga sangat pantas untuk kamu coba. 

Baca Juga :
Akses Transportasi Ke Gunung Mekongga Sulawesi Tenggara
Daftar Nama Gunung Indonesia

Artikel Lain

3. Ada kampung Jin
Masyarakat setempat meyakini kalau gunung mekongga merupakan tempat kerajaan jin, tepatnya di daerah bebatuan yang disebut dengan nama Mosero-sero. terdapat sebuah batu yang seperti meriam dan menghadap kearah Kiblat.
4. Minum dari air danau cocacola
Karena warnanya seperti air cocacola sehingga danau ini dinamakan danau cocacola. Danau yang separuhnya tertutup lumut ini adalah tempat istrahat pendaki dan tempat mengambil persediaan air untuk menuju ke pos berikutnya. Mau coba?
5. Kaya Flora Fauna
Tidak hanya mendaki, kamu juga bisa bertemu/mengamati beberapa jenis dari flora fauna yang ada sepanjang perjalanan. Beberapa jenis yang bisa kamu jumpai seperti : Anoa (sapi kecil) dataran tinggi, Tarsius, Tawon Raksasa, Rangkong Sulawesi, Elang Hitam Sulawesi, Bunga edelweis, Berbagai macam jenis anggrek, hoya (tumbuhan merambat), Kantung semar dll. Hutan yang masih rapat membuat banyak peneliti dari berbagai Negara datang untuk meneliti disini. Kapan ke mekongga?

Previous
Next Post »
Comments
0 Comments

Artikel Lainnya